Capaian Program Tuberkulosis Masih Rendah, Ini Penjelasan Kabid P2P di Puskesmas Rumbia


Jumat (10/03/2023), Supervisi Terpadu Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dilaksanakan di Puskesmas Rumbia. Puskesmas Rumbia adalah Puskesmas ke 5 yang dikunjungi oleh Tim Supervisi Terpadu. 


Supervisi Terpadu dipimpin oleh Kabid P2P Suryaningrat M, SKM, M.H bersama Seluruh Sub Koordinator dan Pengelola Program di Lingkup Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto. Tim diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Rumbia, Maryuni Lahabo, SKM bersama seluruh Pengelola Programnya.


Di Puskesmas tersebut  Tim Supervisi fokus ke peningkatan capaian layanan kesehatan bagi orang terduga Tuberkulosis (TBC) yg masih cukup rendah. Adapun penyebab rendahnya capaian TB di Puskesmas Rumbia adalah skrining pasien terduga TB masih belum optimal dilaksanakan oleh petugas di lapangan. 


Terkait rendahnya capaian program Tuberkulosis di Puskesmas Rumbia, Wasor TB Kabupaten Rinal, S.Kep. Ns. M.Kep  memberikan bimbingan dan tips dalam rangka peningkatan capaian program TB di Puskesmas tersebut. 


Dalam kesempatan tersebut, Kabid P2P menjelaskan jika Puskesmas Rumbia akan membuat tim dalam rangka skrining terduga TB yang melibatkan seluruh tenaga kesehatan, baik di tingkat Desa melalui Bidan Desa maupun Dokter dan Perawat di poli rawat jalan agar semua pasien yang suspek TB atau batuk langsung dilakukan pemeriksaan sputum, juga aktif melakukan skrining terhadap kontak keluarga dan kontak sosial. Untuk 1 pasien TB minimal 5-10 org kontaknya yg akan diperiksa sputumnya (dahaknya).



Komentar

Postingan Populer